Tentang Penulis

Saya & Gus Yahya (Ketua PBNU 2021-2026), difoto Mas Sofian J. Anom,
di kediaman Gus Yahya, Leteh, 2021

Saya dilahirkan dengan nama "Romli", karena alm. Abah saya mengagumi dua intelektual Syafi'iyah asal Ramlah, Palestina: Imam Syihabuddin al-Romli dan Imam Syamsuddin al-Romli.

"Abah itu gandrung sama Imam Romli," demikian kenang saya di masa kecil ketika bertanya alasan nama saya seperti ini.

Tapi karena nama yang baik, menurut alm. Abah, adalah yang ada Ahmad-Ahmadnya, maka beliau melengkapinya dengan: Ahmad Romli.

Ketika mondok  Darul Ulum Kudus, sekitar tahun 2010-an salah satu guru Nahwu-Shorof saya, alm. Kiai Nasichun, menguji nama saya pada pelajaran tashghir, dan beliau mengubah "r-m-l" menjadi: Rumail.

Sementara Abbas adalah nama leluhur saya (saya kurang tahu persis keturunan ke berapa darinya). Hingga, ketika orang-orang menulis di media massa dengan nama pena, saya memakai "Rumail Abbas" sebagai penanda.

Saya lebih dikenal dengan Rumail Abbas, namun boleh memanggil saya dengan "Mail" supaya lebih ringkas. Tempat tongkrongan awal saya di X (dulu: Twitter), dengan akun: @Stakof.

Namun, akhir-akhir ini saya memproduksi konten video yang saya unggah di YouTube, Facebook, TikTok, dan Instagram: Pamitnya Ngantor.

Saya adalah penulis, peneliti, GUSDURian, dan fokus pada studi Islam, sejarah, dan resolusi konflik.

Pendapat dan opini saya yang tertuang di sini, maupun media sosial manapun, bersifat pribadi dan terbuka pada saran atau kritik.

Hal ini karena saya meyakini arus informasi yang terbuka memberikan peluang bagi seluruh manusia untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas perbincangan publik.

Bait virtual yang sedang kalian kunjungi sekarang adalah wadah tulisan. Karena bagaimana pun, menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Selamat berkunjung :)

Salam,
Rumail Abbas